PERAN MUHAMMADIYAH DALAM PEDIDIKAN DI INDONESIA
PERAN MUHAMMADIYAH
DALAM PEDIDIKAN DI INDONESIA
OLEH
SUPARTO, S.Pd. MM
SEKRETARIS PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG
Rendahnya tingkat pendidikan penduduk akan
berdampak pada kemampuan penduduk dalam memahami dan menghadapi kemajuan zaman,
ilmu pengetahuan, dan teknologi, Penduduk yang berpendidikan tinggi akan lebih
mudah memahami dan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan zaman, sehingga
mereka akan lebih produktif dan inovatif. Salah satu prasarat untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera
adalah lebih di tentukan oleh sejauh mana kuwalitas sumber daya masyarakatnya.
Kwalitas suatu bangsa sangat di tentukan oleh peran serta mutu pendidikan yang
di pergunakan oleh bangsa tersebut. Reformasi di Indonesia seakan menjadi
cahaya impian yang akan memberikan banyak perubahan kehidupan bagi bangsa ini,
khusunya pada sektor pendidikan. Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian, justru
pendidikan di bumi Indonesia semakin menjadi problem baru, yakni lahirnya
ambiguisitas dalam wilyah pendidikan yang terus berjalan di Indonesia. Kondisi
ironis pendidikan tersebut adalah mengenai goal setting yang ingin dicapai
system pendidikan.
Muhammadiyah
merupakan salah satu organisasi islam terbesar yang ada di Indonesia,
di tambah lagi Indonesia merupakan Negara dengan penduduk muslim tebesar di
dunia, maka tidak heran jika Muhammadiyah dapat menjadi organisasi terbesar
khususnya di Indonesia. Sebelum membahas peranan Muhammadiyah dalam bidang
pendidikan ada baiknya kita mengetahui sedikit kilas balik tentang organisasi
Muhammadiyah terlebih dulu. Bidang pendidikan
merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah, selain bidang pendidikan masih
banyak lagi amal usaha yang lainnya seperti dalam bidang keagamaan, kesehatan,
politik, dan ekonomi yang dinaungi oleh Muhammadiyah.
Berdirinya Muhammadiyah tidak dapat
lepas dari pribadi pendirinya yaitu KH Ahmad Dahlan. Oleh karena itu sebelum
mempelajari lebih jauh tentang Muhammadiyah, kiranya perlu mengenal siapa dia?
bagaimana pokok pemikiran dan perspektif keagamanya? KH Ahmad Dahlan di
lahirkan di Kauman Yogyakarta tahun 1285 H /1869 M. Ayahandanya bernama KH.Abu
Bakar, seorang khatib Masjid Agung Kesultanan Yogyakarta Bila silsilah nya di
rumus lebih jauh, maka di temukan keterangan bahwa ia adalah keturunan Syaikh Maulana Malik Ibrahim yang
wafat pada 8 April 1418 M , yang di semayamkan di Gresik. Dilihat dari latar
belakang pendidikanya, KH Ahmad Dahlan dapat di katakan tidak pernah memasuki
sekolah secara formal. lalu di mana perspektif keagamaan dan wawasan keilmuan
yang di milikinya. Perspektif keagamaan
dan keilmuan nya sebagian besar merupakan hasil otodidaknya di bawah asuhan
ayahandanya, sahabat, dan para saudara saudaranya. Menjelang dewasa, Kyai
belajar ilmu fiqih kepada KH.Muhammad Shaleh, dan belajar ilmu nahwu kepada
KH.Muhsin dan seorang guru lain, yaitu KH.Abdul Hamid, sementara itu,
keahlianya dalam ilmu falaq di peroleh dari berguru kepada KH.R.Dahlan ,salah
seorang putra Kyai Termas. Sedangkan ilmu hadits yang di kuasainya di peroleh
dari KH.Mahfud dan Syeikh Khayat. Organisasi
Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Darwisy atau yang lebih dikenal dengan
K.H. Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta pada tanggal 08 Dzulhijjah 1330 H/ 18
November 1912 sebagai tanggapan terhadap berbagai saran dari sahabat dan
murid-muridnya mengenai upaya untuk mendirikan sebuah lembaga yang bersifat
permanen Dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah dikatakan bahwa persyarikatan
Muhammadiyah adalah gerakan yang berasaskan islam, bersumberkan pada Al-Quran
dan Sunnah Nabi Muhamma. SAW. , yang gerakannya melaksanakan dakwah Amar Ma’ruf
Nahi Mungkar dan Tajdid, yang bertujuan menjunjung tinggi agama islam sehingga
terwujudnya masyarkat islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah sebagai sebuah
persyarikatan yang telah merumuskan visi dan misi yang sudah jelas, sehingga
dapat melahirkan gerakkan yang terarah dan mencapai tujuan serta sasaran yang
diinginkan secara bersama. Sebagai sebuah gerakan, dalam perjalanannya
Muhammadiyah melaksanakan usaha dan kegiatannya dalam berbagai bidang kehidupan
masyarakat di Indonesia. Hal tersebut tercantum dalam Anggaran Dasar
Muhammadiyah yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 7 ayat 1 AD Muhammadiyah: “
Untuk mencapai maksud dan tujuannya, Muhmmadiyah melaksanakan Dakwah Amar
Ma’ruf Nahi Mungkar dan Tajdid yang diwujudkan dalam usaha di segala bidang
kehidupan” Ayat 2 menyebutkan : “Usaha Muhammadiyah diwujudkan dalam bentuk
amal usaha , program, dan kegiatan yang macam dan penyelenggaraannya diatur
dalam Anggaran Rumah Tangga” Muhammadiyah dalam segala bentuk usahanya
diwujudkan dalam penerapan amal usaha,
Dengan
muwujudkan hal tersebut tentunya tidaklah mudah jika dilihat dari lingkup di
Nusantara kala itu yang dimana kita tahu sejak jaman dahulu masih banyak sekali
penyimpangan-penyimpangan dengan pengaruh mistik. Dengan demikian Muhammadiyah
bergerak dengan perlahan tapi pasti melalui proses panjang seperti yang terjadi
di masa sekarang bahwasanya Muhammadiyah telah berkembang pesat dengan dakwah
melalui sikap dan tindakan dengan membangun beberapa amal usaha di bidang
pendidikan, kesehatan, bahkan sampai ke lingkup sosial yang
berbasis islami. Sehingga Muhammadiyah sudah tidak asing lagi tedengar di
telinga masyarakat.
Pendidikan
yang dibuat Muhammadiyah adalah
pendidikan yang berorientasi kepada dua hal, yaitu perpaduan antara sistem
sekolah umum dan madrasah/pesantren. Untuk mewujudkan rintisan pendidikannya
itu, maka Muhammadiyah mendirikan amal usaha berupa : Sekolah-sekolah umum
modern yang mengajarkan keagamaan, Mendirikan madrasah/pesantren yang
mengajarkan ilmu pengetahuan umum/modern dan Mendirikan perguruan tinggi K.H.
Ahmad Dahlan merintis usaha pengembangan sistem pendidikan Islam modern yang
kemudian menjadi alam pikiran umat Islam di belakang hari, karena melihat
dualisme pendidikan yang diterapkan di Indonesia pada masa kolonial. Disatu pihak
terdapat sistem pendidikan pondok pesantren di lingkungan umat Islam yang
tradisional dan terisolasi dari perkembangan jaman, di pihak lain terdapat
sistem pendidikan Barat yang diselenggarakan pemerintah kolonial Belanda yang
sekuler yang sejak tahun 1817 melarang agama diajarkan di sekolah-sekolah
pemerintah kolonial. Sebagai gerakan dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar
Muhammadiyah di tuntut unuk mengkomunikasikan pesan-pesan dakwahnya dengan cara
menanamkan khazanah pengetahuan melalui pendidikan. Secara umum dapat
dipastikan bahwa ciri khas lembaga pendidikan Muhammadiyah yang tetap
dipertahankan sampai saat ini adalah mata pelajaran AIK (al-islam
kemuhammadiyahan) di semua lembaga pendidikan milik Muhammadiyah. Itu adalah
salah satu upaya Muhammadiyah agar senantiasa bahwa dia diciptakan oleh Allah
SWT untuk berbakti kepada-Nya, bagi Muhammadiyah nilai-nilai islam harus
menjadi pijakan dan menjadi pedoman dalam setiap langkah dan tindakan. Oleh
karena itu sistem pendidikan modern oleh Muhammadiyah dijadikan sarana untuk
menyampaikan dakwah islam Muhammadiyah
sebagai salah Organisasi Masyarakat Islam terbesar di Indonesia memiliki jumlah
amal usaha yang begitu banyak. Diantaranya di bidang pendidikan, kesehatan, dan
yayasan sosial. Muhammadiyah memiliki puluhan ribu sekolah, di sana anak-anak
bangsa dicerdaskan dan dicerahkan. Ratusan perguruan tinggi, di sana para
akedemisi dan intelektual Muhammadiyah merancang peradaban. Lalu di ribuan
masjid, ratusan rumah sakit dan amal usaha lainnya, kader-kader Muhammadiyah
berkiprah memberi bakti yang terbaik untuk Negera Kesatuan Repubil Indonesia,
begitulah cara cerdas Muhammadiyah mencintai Indonesia, mencerahkan
dunia. Peran Muhammadiyah dalam memajukan Pendidikan di Indonesia
sangatlah besar hal ini terbukti banyaknya jumlah Amal Usaha Muhammdiyah di
bidang pendidikan, Muhammadiyah memiliki 164 Perguruan tingggi, 1.407 SMA,
1.826 SMP. 2.766 SD, 22.000 PAUD/TK, 384 Panti Asuhan, 364 Klinik Kesehatan,
356 Ponpes : https://www.facebook.com/PeryarikatanMuhammadiyah/posts/data-amal-usaha-muhammadiyah-semoga-amal-usaha-muhammadiyah-terus-berkembang-dan/10157887710549646/.
Pemilihan konsep Islam Berkemajuan sebagai upaya mewujudkan Rahmatan lil
‘Alamin nyatanya bukan sesuatu yang baru. Dalam Muhammadiyah , konsep dalam
kata ‘kemajuan’ bahkan sering disebut oleh pendiri Muhammadiyah Kiai Ahmad
Dahlan termasuk dalam Statuten Muhammadiyah tahun 1912 yang berbunyi, “memajukan
hal ihwal agama Islam kepada anggotanya.”
Peran dan
kiprah Muhammadiyah bagi Bangsa Indonesia secara resmi telah diakui sejak lama
oleh semua orang, termasuk oleh pemerintah pada era presiden Soekarno yaitu
sejak tahun 1961 dengan mengangkat K.H. Ahmad Dahlah sebagai pahlawan nasional.
Pengangkatan K.H. Ahmad Dahlan sebagai pahlawan nasional membuktikan pengakuan
atas kepeloporan Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
sebagaimana dikemukakan dalam Surat Keputusan Presiden Soekarno Nomor 657 tahun
1961. Muhammadiyah dinilai oleh pemerintah telah menjadi pelopor kebangkitan
umat Islam Indonesia untuk menyadari nasibnya yang masih harus belajar dan
berbuat. Muhammadiyah juga telah memberikan ajaran Islam yang murni yang
menuntut kemajuan, kecerdasan dan beramal bagi masyarakat dan umat dengan
memelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang sangat diperlukan bagi
kebangkitan dan kemajuan bangsa. Muhammadiyah juga memelopori kebangkitan kaum
perempuan dalam bidang pendidikan dan bergaul secara sosial setara dengan kaum
laki-laki. Pendidikan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah merupakan salah satu
dari bentuk dan jenis Amal Usaha Persyarikatan, yang struktur kelembagaannya
bersifat formal, berjenjang dari tingkat PAUD, Taman Kanak-kanak, pendidikan
dasar sampai perguruan tinggi. Adapun bentuk, jenis, dan tingkat pendidikan
Muhammadiyah itu pada hakikatnya merupakan perwujudan dari pengembangan misi
Muhammadiyah khususnya dalam bidang pendidikan, yang terkait secara substansial
dengan pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah sebagaimana
menjadi paham agama dalam Muhammadiyah, maupun secara kesejahteraan terkait
pula dengan gagasan-gagasan dasar K.H. Ahmad Dahlan dalam merintis dan
membangun pendidikan Muhammadiyah.
Usaha
Muhammadiyah dalam mendirikan dan menyelenggarakan sistem pendidikan modern
dikarenakan Muhammadiyah yakin bahwa islam bisa menjadi rahmatan lil-‘alamin
menjadi petunjuk dan rahmat bagi hidup dan kehidupan segenap manusia jika
disampaikan dengan cara-cara modern sehingga dengan mudah masyarakat akan
memahami nilai-nilai islam yang kaffah yang disampaikan oleh Muhammadiyah (http://www.muhammadiyah.or.id/content-8-det-amal-usaha.html.).
Sekolah Muhammadiyah
mencerminkan komponen pendidikan Islam sebagaimana yang dicita-citakan oleh
pendirinya, yaitu melaksanakan s\sstem Pendidikan
Islam yang mantap dan terpadu. Guru dan murid menghayati dan mengamalkan cara
hidup, cara bergaul, cara belajar yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, baik di
sekolah maupun di luar sekolah.Yang membedakan Sekolah Muhammadiyah dengan
Sekolah yang bukan Muhammadiyah adalah bahwa sekolah Muahmmadiyah melaksanakan
pendidikan agama Islam yang luas dan mendalam yang meliputi tauhid, ibadah,
akhlak dan ilmu bantu dalam pendidikan Islam, serta kemuhammadiyahan.
Komentar
Posting Komentar