1.2.a.9. Koneksi Antar Materi Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak
1.2.a.9. Koneksi Antar Materi Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak
Berikut ini saya sampaikan tugas CGP angkatan 2 dari kabupaten Pesawaran dengan uraian tugas sebagai berikut :
Untuk memudahkan Bapak/Ibu CGP
dalam merajut pemahaman dari berbagai materi, ada penugasan yang perlu Anda
lakukan. Tugas tersebut adalah:
·
Buatlah sebuah kesimpulan mengenai nilai dan peran Guru
Penggerak yang sudah Anda pelajari di modul 1.2 dengan modul 1.1 yang sudah
Anda pelajari sebelumnya
·
Kesimpulan dan refleksi disajikan dalam bentuk media informasi.
Format media dapat disesuaikan dengan minat dan kreativitas Anda. Contoh media
yang dapat dibuat: artikel, ilustrasi, grafik, video, rekaman audio, presentasi
infografis, artikel dalam blog, dan lainnya.
·
Unggahlah kesimpulan Anda ke dalam LMS
Beberapa pertanyaan yang bisa
membantu Anda dalam mengerjakan tugas kesimpulan ini adalah:
1.
Apa yang Anda pahami mengenai nilai dan peran Guru Penggerak?
Nilai dan peran guru penggerak seharusnya menyatu dalam diri masing-masing guru pengerak .
Terutama Guru penggerak yang kreatif dan
merdeka dalam pembelajarannya untuk bisa mewujudkan profil pelajar Pancasila.
Nilai guru penggerak akan menjelma kekuatan untuk melakukan perubahan. Nilai
mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid adalah kunci
melakukan perubahan diri dan komunitas sekolah. Sedangkan peran guru penggerak sangatlah
strategis dan merupakan gerbang masukmenuju sebuah perubahan. Nilai dan peran tersebut
haruslah seimbang dalam diri guru penggerak. Keseimbangan yang akan memantapkan
dan menjaga langkah tetap pada tekad yang kuat yaitu Perubahan.
2.
Apakah ada keterkaitan antara nilai dan peran Guru Penggerak
dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara? jelaskan!
Menurut Ki Hadjar
Dewantara, hakikat pendidikan adalah sebagai usaha untuk menginternalisasikan
nilai-nilai budaya ke dalam diri anak, sehingga anak menjadi manusia yang utuh
baik jiwa dan rohaninya. Filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara disebut dengan
filsafat pendidikan among yang di dalamnya merupakan konvergensi dari filsafat
progresivisme tentang kemampuan kodrati anak untuk mengatasi
persoalan-persoalan yang dihadapi dengan memberikan kebebasan berpikir
seluas-luasnya, dipadukan dengan pemikiran esensialisme yang memegang teguh
kebudayaan yang sudah teruji selama ini. Dalam hal ini Ki Hadjar Dewantara
menggunakan kebudayaan asli Indonesia sedangkan nilai-nilai dari Barat diambil
secara selektif adaptatif sesuai dengan teori trikon (kontinyuitas, konvergen
dan konsentris). Tiga kontribusi filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara
terhadap pendidikan Indonesia adalah penerapan trilogi kepemimpinan dalam
pendidikan, tri pusat pendidikan dan sistem paguron. Nilai dan peran guru penggerak
berkaitan dengan filosofi Ki Hadjar
Dewantara. Keduanya saling menguatkan dalam mewujudkan. Nilai dan peran akan
terus bertumbuh seiring dengan pemahaman guru penggerak tentang filosofi Ki
Hadjar Dewantara yang terus bertambah. Sebagai contoh, nilai berpihak pada
murid tidak lepas dari filosofi berhamba pada murid yang digaungkan Ki Hadjar
Dewantara. Demikian halnya dengan peran guru penggerak. Contohnya adalah peran
guru penggerak dalam mewujudkan kepemimpinan murid merupakan pengejawantahan
filosofi guru sebagai penuntun.
3.
Ingat kembali refleksi diri Anda pada bagian Refleksi Terbimbing
serta ilustrasi yang sudah Anda buat pada Demonstrasi Kontekstual (sebagai
gambaran Anda). Apa strategi yang bisa Anda lakukan untuk mencapai nilai
tersebut?
- Secara mandiri melakukan refleksi diri atas usaha perubahan yang telah dilakukan. Hal ini akan memudahkan guru penggerak menentukan langkah yang tepat untuk menjaga keberlangsungan perubahan yang telah dan yang akan dilakukan dan menjaga serta meningkatkan kekuatan dan menguatkan kelahan dalam dirinya. Untuk dapat melakukannya dengan baik, tentu guru penggerak harus menyelami lebih dalam kekuatan dan kelemahan diri. Kemauan dan kemampuan melakukan hal ini akan menjadi kunci memperbaiki diri
- harus selalu menjaga komitmen diri untuk terus bergerak dan menggerakkan. Strategi ini erat kaitannya dengan nilai guru penggerak yang mandiri dan inovatif. Komitmen akan membuat seorang guru penggerak tergerak menjaga perubahan dan menggali kemungkinan perubahan lainnya. Tentunya perubahan yang sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara, yaitu sesuai kodrat alam dan zaman.
- berkomitmen diri untuk membangun kolaborasi yang sehat dan kuat dan teruslah berkomunikasi dengan dengan guru yang lain agar lebih baik lagi dalam kerjasama dengan teman sejawat.
- Selalu mengembangkan diri utnuk memperoleh pengalam baru.
- Peka terhadap perubahan dan permasalahan yang terjadi di lingkugan sekolah.
4.
Siapa saja pihak yang dapat membantu Anda dalam mencapai
gambaran diri Anda di demonstrasi kontekstual tersebut? Seperti apa perannya?
Agar menjadi seorang guru penggerak yang tangguh bukan sekadar upaya dari dalam diri. Seorang
guru penggerak juga membutuhkan pihak lain untuk mencapai tujuan diri dan perlu kerja sama yang sehat dengan :
- Kepala Sekolah. Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah berperan dalam memberikan dukungan dan kebijakan dalam implementasi nilai dan peran guru penggerak. Dukungan kepala sekolah besar artinya bagi seorang guru penggerak untuk terus tergerak menemukan gagasan tepat guna. Selain itu, kebijakan sekolah yang berpihak pada guru penggerak akan memudahkan untuk bergerak dan menggerakkan.
- Orang Tua/Wali Murid. Peran orangtua/wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah – Penyelenggaraan pendidikan di lembaga sekolah melibatkan unsur satuan pendidikan itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Ketiga unsur penyelenggara pendidikan tersebut perlu bersinergi dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah.Komponen ini tidak kalah pentingnya dalam membantu guru penggerak mencapai gambaran diri. Sebagai salah satu Tri pusat pendidikan, orang tua berperan menjadi sumber informasi kemajuan belajar murid di rumah. Dari informasi tersebut, guru penggerak bisa menyusun langkah tepat yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan anak mereka.
- Komite Sekolah. Pihak lain yang juga berperan membantu guru penggerak adalah komite sekolah. Sebagai perwujudan dari orang tua/wali murid, komite sekolah memiliki peran menjangkau semua lapisan. Melalui komite sekolah, guru penggerak akan mudah melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran murid di rumah. Dengan demikian guru penggerak akan terpacu menemukan langkah konkrit untuk memberikan tuntunan pada murid
- Murid. Pada hakekatnya guru dan orang tua dalam pendidikan yang mempunyai tujuan yang sama, yakni mengasuh, mendidik, membimbing, membina serta memimpin anaknya menjadi orang dewasa dan dapat memperoleh kebahagiaan hidupnya dalam arti yang seluas-luasnya. Hal ini sebagai penunjang pencapaian visi Bangsa Indonesia berdasarkan ketetapan MPR RI No.IV/2004 tentang GBHN (1996:66). Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokrasi, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia memiliki etos kerja yang tinggi serta disiplin.”Murid merupakan pihak utama yang mendukung guru penggerak dalam mencapai gambaran diri. Untuk bisa tergerak, murid memberikan dukungan dalam bentuk partisipasi aktif dalam implementasi setiap gagasan orisinal. Hal ini akan memacu guru penggerak berusaha terus menggali ide-ide lain selama proses partisipasi murid. Selanjutnya murid yang sepakat menerima gagasan akan memudahkan guru penggerak untuk terus bergerak. Termasuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kelebihan gagasan yang dijalankan. Selain itu, keaktifan murid yang berperan sebagai subjek akan membuat guru penggerak menggerakkan diri dan sekitarnyaTeman Sejawat. Teman sejawat juga merupakan pihak yang dapat membantu guru penggerak mencapai gambaran diri. Peran teman sejawat di sini adalah sebagai rekan berkolaborasi. Keterbukaan guru penggerak untuk berkolaborasi adalah kunci. Teman sejawat akan mampu menempatkan diri sebagai rekan yang baik selama proses perubahan berjalan.
- Warga Sekolah Lain. Selain murid dan teman sejawat, warga sekolah lainnya juga dapat membantu guru penggerak. Guna ketercapaian gambaran diri guru penggerak, warga sekolah lain berperan sebagai pemberi masukan positif. Sebagai tokoh netral dalam proses pembelajaran, warga sekolah lain dapat memberikan masukan terkait efisiensi proses perubahan yang sedang dilakukan tanpa melibatkan ego pribadi.

Komentar
Posting Komentar